Monday, March 19, 2012

http://infokolong-langgit.blogspot.com

|0 comments
infokolong-langgit.blogspot.com adalah blog yang menyajikan berita-berita tentang olah raga, selebriti, materi/tutorial, dan berita terkini. Untuk kontak hubungi: supraoke@yahoo.com

Percaya diri dan puas dengan Yamaha Motor 1000 cc

|0 comments
Dari pra-musim sesi pelatihan telah diselenggarakan, Yamaha masih harus mengakui keunggulan Honda. Namun, perkembangan dari sepeda motor 1000cc YZR-M1 sudah sangat memuaskan dan membuat tim ini optimis menyambut musim baru. Sejauh ini Casey Stoner dan Honda masih mendominasi sesi latihan bebas sukses pra-musim. Pada dua sesi diadakan di Sepang, Malaysia, Australia pembalap selalu mampu menjadi yang tercepat. Meskipun masih dalam posisi kiri, apa yang ditampilkan Yamaha di dua episode latihan bebas telah Yamaha cukup memuaskan. Jorge Lorenzo dan Ben Spies dan banyak memuji motor baru mereka, setelah banyak pengembangan pada, sasis mesin, elektronik dan gearbox. Lorenzo bahkan telah menyuarakan keyakinan bahwa musim ini ia akan dapat hasil yang lebih baik, dengan tidak jauh tertinggal dari Honda. Itu yang diyakini bos Yamaha Lin Jarvis, juga akan terjadi. "Terlalu dini untuk membuat prediksi karena perlombaan adalah permainan aneh, tapi kita dapat mengatakan bahwa kami senang," kata Jarvis di MCN. "Anda tidak pernah tahu kapan Anda mulai musim, jika Anda akan berada di zona depan atau kurang cepat dan terdesak waktu untuk dapat bersaing saya pikir. Apa yang saya lihat dapat berada di atas dan membuat catatan waktu adalah baik menandatangani, "lanjut Jarvis. Dalam, musim 2012 yang dimulai pertengahan April, Jarvis juga berpendapat bahwa Yamaha akan memiliki keunggulan kompetitif baik ketika datang untuk melawan Honda. Kondisi yang tidak mampu melakukan tim musim lalu. "Tapi saya optimis karena tampaknya itu akan menjadi balapan yang kompetitif dan dapat bersaing dan kami melihat tingkat yang sama dengan Honda, yang hal itu tidak terjadi musim lalu," tuntas dia.

Mahasiswa Menolak Kenaikan BBM, di Lamongan

|0 comments
Lamongan - Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Lamongan Bersatu (MLB) memblokir jalur pantura dan membakar ban bekas. Aksi ini digelar sebagai penolakan rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi mahasiswa yag dimulai di tugu Adipura Lamongan, Selasa (20/3/2012) ini berlangsung panas. Pasalnya, aksi puluhan mahasiswa yang semula berlangsung damai, tiba-tiba memblokir jalan poros Surabaya-Lamongan, tepatnya di Jalan Panglima Sudirman. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah, baik yang menuju maupun dari Surabaya macet. Polisi yang mengawal aksi unjukrasa inipun berusaha mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak bertambah parah. Puluhan mahasiswa gabungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM Unisda dan BEM FT Unisla ini memblokir jalan poros Pantura Lamongan dengan berbaris berbanjar. Selain memblokir jalan selama kurang lebih 30 menit, para mahasiswa juga membakar ban bekas. Melihat massa mahasiswa membakar ban bekas, polisi yang bersiaga mengawal aksi unjukrasa inipun kemudian berusaha memadamkan api dan merebut ban bekas tersebut. Setelah berhasil memadamkan api dengan menggunakan tabung pemadam kebakaran, polisi kemudian mengamankan ban bekas tersebut. Saat polisi memadamkan api dengan tabung pemadam, mahasiswa semburat. disebabkan asap dan membuat mata iritasi. Korlap aksi Mahasiswa Lamongan Bersatu, Agus Syaifudin dalam orasinya mengatakan, mereka menolak kenaikan harga BBM dan melawan kenaikan harga Tarif dasar listrik. "Kita adalah negara produsen minyak mengapa harus menikmati harga minyak yang mahal?" teriaknya. Lebih jauh, Agus mengatakan, kalau selama ini pemerintah beralasan Indonesia hanya memproduksi minyak mentah, mengapa Indonesia tidak pernah mencoba untuk memproduksi sendiri hasil minyak kita. "Ada banyak jalan untuk menutupi kekurangan alokasi APBN, mengapa memilih menaikkan harga BBM yang mempunyai dampak sangat luas," ungkapnya. Setelah berorasi dan memblokir jalan, puluhan mahasiswa ini pun kemudian melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor Bupati Lamongan dan gedung DPRD Lamongan.

Wednesday, March 7, 2012

Tommy Kurniawan Belajar Urus Anak

|0 comments
Jakarta - Tommy Kurniawan dan istrinya Tania tengah menikmati masa-masa menjadi orangtua. Tommy pun tak henti belajar mengurus buah hatinya belum genap dua bulan itu. "Sekarang masih belajar menenangkan dia kalau lagi nangis. Sudah mulai tahu ukuran suhu panasnya kalau dia dimandiin. Saya juga menjaga kebersihannya," tutur Tommy ketika ditemui di SCTV Tower, Senayan, Jakarta, Rabu (7/3). Menjadi orang tua baru merupakan pengalaman yang mengesankan bagi pasangan tersebut. Tommy dan Tania juga masih dibantu oleh pembantu rumah tangga, namun setelah 40 hari Tommy dan Tania sepakat mengurus sendiri. "Kerepotan nggak terlalu, karena dibantu sama bibi dari ibunya Tania. Tapi setelah 40 hari benar-benar diurus berdua. Sudah mulai bagi shift, malam sampai subuh, istri. Dari subuh sampai pagi saya yang jaga," urainya. Pasangan tersebut mengaku sangat bahagia bisa mengurus dan membesarkan buah hati secara bersama. "Alhamdulillah sehat, makin lucu, perkembangannya luar biasa banget," tutupnya.(sp)

Langkah Tepat, Dianggap Sesat

|0 comments
KEBIJAKAN berani Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhammad Nuh, mengenai ketentuan jurnal ilmiah atau publikasi karya ilmiah sebagai syarat kelulusan program S-1, S-2, dan S-3 memang banyak mendapat penolakan publik. Dalam komentarnya, Mendikbud memberikan alasan terkait kebijakan ini, yaitu pertama untuk menekan plagiarisme, kedua pengembangan keilmuan, dan ketiga mempercepat pengembangan keilmuan. Melihat alasan yang dikemukakan Mendikbud, kemudian dibenturkan dengan kondisi pendidikan tinggi di Indonesia sekarang, langkah ini sangat revolusioner untuk perbaikan pendidikan. Kebijakan Mendikbud ini memang dianggap berlatarbelakang keterpaksaan. Sebab, jika dibandingkan dengan negara lain, tingkat penulisan ilmiah di Indonesia jauh tertinggal. Akan tetapi, tidak ada salahnya meniru hal baik dari negara lain kalau tujuannya untuk kebaikan. Ini lebih baik daripada membuat kebijakan sendiri yang tidak jelas tujuan dan manfaatnya, yang ujung-ujungnya hanya akan merugikaan rakyat. Di sisi lain, Mendikbud memang melakukan langkah tepat dengan bertindak cepat untuk mengatasi permasalahan pendidikan di Indonesia. Sebab, kalau membiarkan keterpurukan pendidikan secara berlarut-larut, permasalahan baru akan terus muncul. Akibatnya, mahasiswa tidak akan semakin berkualitas dan pemerintah pun akan semakin sulit menentukan kebijakan. Bagi penulis, kebijakan ini sangatlah tepat. Mengingat fungsi mahasiswa dalah sebagai agent of social change (agen perubahan paradigma masyarakat) dan agent of iron stock (agen penerus bangsa). Agar fungsi dari mahasiswa bisa tercapai, mahasiswa dituntut mampu mengetahui berbagai teori melalui berbagai buku. Dan dari proses membaca teori-teori, mahasiswa diharapkan mampu menganalisa hubungan dari teori yang dia baca dengan kondisi masyarakat sekitarnya. Dan salah satu cara orang lain mengetahui hasil analisa mahasiswa terhadap teori yang dia baca dan apa yang terjadi di lapangan adalah dengan menulis tentunya. Karena dengan tulisan, diharapkan masyarakat akan lebih mudah memahami hasil analisa dari mahasiswa dan mampu mengaplikasikannnya. Percuma jika sudah membaca, tapi tidak diimplementasikan dalam bentuk tulisan. Dengan menulis, mahasiswa akan terdorong untuk berpikir kritis dalam menganalisa keadaan dan memiliki ide-ide baru. Ide-ide yang sudah ada di kepala juga tidak akan sia-sia, karena telah ada penuangan dalam bentuk tulisan yang akan diketahui orang banyak. Implikasinya, ilmu tidak hanya mengendap dalam hati, tapi juga dapat menjadi lebih bermanfaat bagi orang lain. Di lain hal, dengan adanya kebijakan ini, bisa dipastikan minat baca mahasiswa akan meningkat karena adanya kewajiban untuk menulis. Sehingga, yang lahir adalah mahasiswa yang berkualitas. Menurut penulis, budaya akademis yang benar adalah dengan membiasakan menulis. Dan kebijakan menulis pada jurnal ilmiah, akan menjadi motivasi tersendiri bagi mahasiswa agar menyemarakkan budaya menulis. Semoga. Muhammad Iqbal Haidar Mahasiswa Fakultas Syari’ah IAIN Walisongo Semarang Peserta Program Pendidikan Politik Kebangsaan di Monash Institute Aktivis HMI Komisariat Syari’ah Cabang Semarang sumber:kampus.okezone.com

Monday, March 5, 2012

Disuruh Beli Mi Instan, Bocah 5 Tahun Hilang

|0 comments
Kuala Lumpur, Waduh! Seorang anak berumur 5 tahun hilang setelah disuruh ayahnya membeli mi instan dan telur. Bocah perempuan itu disuruh pergi ke warung yang tak jauh dari rumahnya di Seri Alam, Johor Baru, Malaysia. Nurul Nadirah seperti dilansir harian The Star, Selasa (6/3/2012) tak kunjung pulang ke rumahnya setelah pergi ke warung pada Kamis, 1 Maret lalu. Ibu Nurul, Roselyn Alan (25) mengatakan, suaminya Lima Medeng (25) memberikan Nurul uang 4 ringgit dan secarik kertas bertuliskan apa-apa saja yang harus dibeli. Namun hingga sejam kemudian, bocah tersebut tak kunjung pulang. Lima pun kemudian mendatangi warung tersebut dan diberitahu bahwa putrinya langsung pergi setelah membeli sejumlah barang. Menyadari putri mereka telah hilang, Lima dan istrinya, Roselyn memberitahu para tetangga yang langsung membantu mencari gadis kecil itu. Keluarga juga telah mendatangi tempat favorit Nurul di sebuah taman bermain dekat rumah mereka. Namun bocah itu tak jua ditemukan. Kepolisian setempat mengatakan telah menemukan sandal hijau milik Nurul dan kantong plastik berisi mi instan dan telur pada Minggu, 4 Maret waktu setempat. Benda-benda itu ditemukan sekitar 500 meter dari rumahnya. Dikatakan Roselyn, sejak usia 3 tahun, buah hatinya itu telah terbiasa pergi keluar rumah seorang diri untuk bermain bersama teman-temannya. "Saya tak bisa tidur dan saya tak bisa makan. Saya tak akan lagi menyuruhnya diam karena berisik. Saya cuma dia ingin kembali ke pelukan saya," kata sang ibu, Roselyn. Dikatakan ibu tiga anak itu, rumah mereka kini sepi tanpa nyanyian dan tarian Nurul. Wakil Kepala Kepolisian Johor, Datuk Mokhtar Shariff mengatakan, tiga tersangka termasuk seorang wanita telah ditahan untuk keperluan penyelidikan. Para tersangka itu berumur antara 36 dan 40 tahun. Mereka ditangkap di hari yang sama polisi menerima laporan anak hilang. "Kami telah melakukan pencarian di 20 lokasi berbeda namun hingga kini kami masih belum bisa menemukan anak perempuan itu," katanya. Itu menandakan kurangnya perhatian akan keselamatan anak yang masih kecil.