Lamongan - Sekitar 50 mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Lamongan Bersatu (MLB) memblokir jalur pantura dan membakar ban bekas. Aksi ini digelar sebagai penolakan rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Aksi mahasiswa yag dimulai di tugu Adipura Lamongan, Selasa (20/3/2012) ini berlangsung panas. Pasalnya, aksi puluhan mahasiswa yang semula berlangsung damai, tiba-tiba memblokir jalan poros Surabaya-Lamongan, tepatnya di Jalan Panglima Sudirman. Akibatnya, arus lalu lintas dari dua arah, baik yang menuju maupun dari Surabaya macet.
Polisi yang mengawal aksi unjukrasa inipun berusaha mengatur arus lalu lintas agar kemacetan tidak bertambah parah. Puluhan mahasiswa gabungan dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), BEM Unisda dan BEM FT Unisla ini memblokir jalan poros Pantura Lamongan dengan berbaris berbanjar.
Selain memblokir jalan selama kurang lebih 30 menit, para mahasiswa juga membakar ban bekas. Melihat massa mahasiswa membakar ban bekas, polisi yang bersiaga mengawal aksi unjukrasa inipun kemudian berusaha memadamkan api dan merebut ban bekas tersebut.
Setelah berhasil memadamkan api dengan menggunakan tabung pemadam kebakaran, polisi kemudian mengamankan ban bekas tersebut. Saat polisi memadamkan api dengan tabung pemadam, mahasiswa semburat. disebabkan asap dan membuat mata iritasi.
Korlap aksi Mahasiswa Lamongan Bersatu, Agus Syaifudin dalam orasinya mengatakan, mereka menolak kenaikan harga BBM dan melawan kenaikan harga Tarif dasar listrik. "Kita adalah negara produsen minyak mengapa harus menikmati harga minyak yang mahal?" teriaknya.
Lebih jauh, Agus mengatakan, kalau selama ini pemerintah beralasan Indonesia hanya memproduksi minyak mentah, mengapa Indonesia tidak pernah mencoba untuk memproduksi sendiri hasil minyak kita. "Ada banyak jalan untuk menutupi kekurangan alokasi APBN, mengapa memilih menaikkan harga BBM yang mempunyai dampak sangat luas," ungkapnya.
Setelah berorasi dan memblokir jalan, puluhan mahasiswa ini pun kemudian melanjutkan aksinya dengan mendatangi kantor Bupati Lamongan dan gedung DPRD Lamongan.
0 comments:
Post a Comment